Strategi dan Implikasi E-business
E-business
pastinya membutuhkan strategi untuk dapat berjalan sesuai dengan tujuan
perusahaan. Teknologi informasi adalah e-business pastinya membutuhkan strategi
untuk dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan. Teknologi informasi
adalah sarana penunjang paling potensial dalam penerapan e-business dewasa ini.
Maka dari itu, teknologi informasi menjadi salah satu potensi yang dapat
meningkatkan daya saing perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tanpa perencanaan
dan strategi yang matang, e-business mungkin dapat berjalan tapi apakah dalam
pelaksanaannya dapat bertahan lama sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan
sesuai visi dan misi itulah yang menjadi persoalan.
Beberapa yang perlu dipertimbangkan
dalam pembentukan strategi e-business :
- Penyusunan rencana pengembangan .... Dalam perancangan suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama mengembangkan sistem yang akan digunakan.
- Pembangunan secara bertahap/dinamis..... Implementasi e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus – menerus dalam penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi yang berjalan sangat cepat.
- Perlu menetapkan prioritas implementasi......Seperti yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat dibutuhkan perusahaan.
- Pemilihan teknologi yang tepat..... Tidak semua perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam pencapaian tujuan.
- Penyiapan sumber daya....... Diperlukan banyak sumber daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting, kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya. Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak.
- Pengembangan diserahkan pihak ketiga....Tidak sepenuhnya dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.
Tujuan E-Business
Tujuan implementasi e-Business adalah untuk mendukung
efisiensi dan integritas pengelolaan data Sumber Daya Manusia, Keuangan, Supply
Chain Management / Logistic Management.
Manfaat E-Business
Manfaat implementasi e-Business adalah :
Manfaat implementasi e-Business adalah :
1.
Meningkatkan kinerja operasional perusahaan,
2.
Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok, dan pendanaan yang
sangat luas.
Dampak Positive E-Business:
1. Revenue Stream
(aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi
tradisional.
2. Dapat meningkatkan
market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya
operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan
(global reach).
5. Meningkatkan customer
loyality.
6. Meningkatkan supplier
management.
7. Memperpendek waktu
produksi.
8. Meningkatkan value
chain (mata rantai pendapatan)
Dampak Negatif E-Business :
1. Kehilangan segi
finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang
dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data
finansial yang ada.
2. Pencurian informasi
rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi
rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan
kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan
bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti
aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke
sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil
membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening
orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan
kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha
yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan
reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak
terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja ,
ketidakjujuran , praktek bisnis yang tidak benar , kesalahan faktor manusia ,
kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
Contoh implikasi e-business:
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
teknologi informasi yang mengkhususkan pada bidang pelatihan, PT. Inixindo yang
juga adalah tempat penulis bekerja saat ini, cukup banyak aspek e-bisnis yang
telah diterapkan di perusahaan salah satunya adalah Customer Relationship
Management dengan mengandalkan aplikasi SugarCRM.
Pengertian dasar dari CRM adalah model manajemen relasi antara perusahaan dengan klien namun fungsi dari CRM itu tidak hanya untuk relasi antara perusahaan dengan klien saja, akan tetapi terdapat aspek proses bisnis dan prospek pemasaran juga. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, perusahaan dapat menjaga relasi dengan klien dan dapat mengelola bisnis untuk meningkatkan prospek masa depan.
Pengertian dasar dari CRM adalah model manajemen relasi antara perusahaan dengan klien namun fungsi dari CRM itu tidak hanya untuk relasi antara perusahaan dengan klien saja, akan tetapi terdapat aspek proses bisnis dan prospek pemasaran juga. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, perusahaan dapat menjaga relasi dengan klien dan dapat mengelola bisnis untuk meningkatkan prospek masa depan.
Penerapan CRM yang memanfaatkan perangkat lunak adalah
salah satu tujuan PT. Inixindo dalam program Green ICT yakni mendukung
penghijauan dalam bidang teknologi informasi dengan mengurangi penggunaan
kertas. Sebelum diterapkannya CRM dengan perangkat lunak SugarCRM, hampir
seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen relasi pelanggan dapat
dikatakan “sangat tidak green” dengan terlalu banyak menghabiskan kertas untuk
dokumentasi. Sebagai perusahaan penyedia jasa pelatihan TI, PT. Inixindo yang
telah berdiri sejak tahun 1991 telah memiliki ribuan klien mulai dari instansi
negara, perusahaan swasta hingga perorangan. Oleh karena itu, manajemen relasi
dengan pelanggan adalah salah satu hal penting dalam proses bisnis perusahaan.
Selain keuntungan dari Green ICT, terdapat keuntungan
lain yang dapat diambil dari CRM antara lain:
- Peningkatan kualitas pelayanan kepada klien
- Efisiensi biaya
- Penerapan DSS (Decision Support System) oleh pihak manajemen
- Meningkatkan profit perusahaan
Kualitas
pelayanan kepada klien dapat dilihat dari relasi yang telah terbangun sehingga
perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada klien. Dari
hal tersebut jelas sudah mengarah kepada DSS sehingga pihak manajemen sebagai
decision maker dapat menentukan strategi yang lebih baik lagi. Contoh yang
telah dilakukan PT. Inixindo yaitu melihat materi pelatihan apa saja yang telah
diikuti oleh seorang pelanggan dan berikutnya Account Executive dapat
memberikan pelatihan yang baru kepada pelanggan tersebut.
Seperti halnya penerapan aplikasi pada umumnya, penerapan CRM juga masih mempunyai kendala. Sosialisasi dari penggunaan perangkat lunak pada proses bisnis sangatlah diperlukan karena sebagian pengguna masih terbiasa dengan kebiasaan lama mereka, misalnya masih mengandalkan tulisan tangan dan penggunaan kertas. Juga familiarisasi penggunaan komputer dalam pekerjaan sehari-hari menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan penggunaan perangkat lunak.
Seperti halnya penerapan aplikasi pada umumnya, penerapan CRM juga masih mempunyai kendala. Sosialisasi dari penggunaan perangkat lunak pada proses bisnis sangatlah diperlukan karena sebagian pengguna masih terbiasa dengan kebiasaan lama mereka, misalnya masih mengandalkan tulisan tangan dan penggunaan kertas. Juga familiarisasi penggunaan komputer dalam pekerjaan sehari-hari menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan penggunaan perangkat lunak.
Dari faktor teknis juga ditemukan beberapa kendala.
Kehandalan perangkat keras menjadi poin yang harus diperhatikan oleh pihak
pengembang aplikasi. Mesin server yang lemah tentunya akan menghambat kinerja
pengguna, dalam hal ini adalah para Account Executive (Sales) yang dapat
mengakibatkan terhambatnya proses sosialisasi CRM tersebut.
Sinergi dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan.
Kesalahan komunikasi dari pihak manajemen, pengguna dan pengembang menentukan
kesuksesan dari penerapan CRM. Pihak pengembang yang
notabene lebih fasih dalam bahasa teknis harus menggunakan bahasa non-teknis dalam
menjelaskan kepada pihak manajemen dan pengguna supaya
saling mengerti.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar